Posted by: Tohar | August 9, 2010

Puasa (1)


Harusnya tidak ada bedanya antara puasa dan tidak puasa, tetapi ini dalam konteks fisik, harusnya sama sehatnya sama kuatnya. Bukan berarti kalau puasa tubuh menjadi lemah. Secara lahiriyah, puasa hanya memindah jadwal makan saja, yanga biasanyaaa pada pagi hari dipindah fajar. Yang biasanya 3 kali sehari, rubah hanya 2 kali sehari. Secara tak sadar, seringnya, kita juga makan 1 kali sehari, pagi ndak sempat makan, siang sibuk di kantor dan baru makan setelah sampai dirumah dan hal ini juga tidak terjadi satu atau dua kali, melainkan seringkali dan kita tetap bisa melakukan aktifitas apapun. Namun pertanyaannya adalah kenapa pada saat puasa, tubuh terasa lemas? Jawabnya adalah sederhana karena kita memang terfokus ke makanan dan minuman. Nah sekarang fokusnya diganti, tidak ke makanan dan minuman melainkan ke pekerjaan. Atau kesadaran yang lebih tinggi, fokus ditempatkan ke Allah. Ketika menjalankan puasa dan terasa lemas serta ngantuk, maka berarti ada sesuatu yang KURANG PAS.

Solusi untuk mengatasi lemas maupun ngantuk adalah :
1. Tata niat puasa dengan baik, niatkan berpuasa karena Allah.
2. Sahur secukupnya, jangan tamak, makan dan minum sekuat-kuatnya.
2. Jalankan puasa dengan suka cita sebagai wujud dari bersyukur kepada Allah.
3. Tempatkan kesadaran ke Allah bukan kepada makanan maupun minuman.
4. Yakin bahwa yang membuat kuat adalah Allah bukan makanan dan minuman itu.

Insyaallah jika ke 4 hal itu dijalankan dengan baik, puasa maupun tidak, tidak ada bedanya, sama saja, tetap sehat, tetap kuat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: