Posted by: Tohar | September 7, 2010

Harmonisasi Alam -1


MELEBUR

Air terbentuk karena gabungan antara Hidrogen dan Oksigen. Ketika berdiri sendiri maka keduanya belum berwujud masih dalam bentuk gas. Alam pun terbentuk karena peleburan berbagai macam unsur, ada unsur api, angin, tanah dan air (ada tambahan lagi ether). Semua terjadi karena berasal dari unsur-unsur yang berbeda maka jadilah sebuah harmonisasi alam yang indah. Hutan akan kelihatan sangat indah ketika terdiri atas berbagai macam pohon-pohon yang beraneka ragam, aneka ragam bunga yang indah dsb. Satu batang lidi akan mudah patah tetapi ketika digabungkan dengan 100 batang lidi maka akan menjadi sebuah tongkat yang sangat kuat dan tidak mudah patah. Sebuah orkestra pun akan menghasilkan sebuah irama yang merdu ketika semua alat musik itu dimainkan bersama-sama dan masing-masing alat itu dimainkan sesuai dengan fungsinya. Gitar tidak mungkin menjadi biola dan biola tidak mungkin menjadi suling dsb. Dess… jadi semua berfungsi sendiri-sendiri. Sekali lagi ini adalah peleburan dari suara yang keluar dari alat musik serta suara sang penyanyi.

Kopi yang enak juga terdiri atas campuran kopi, air panas, gula, creamer dan juga gelas. Itu baru bisa disebut kopi enak. Sekali lagi ini adalah harmonisasi alam yang teratur. Lodeng terong akan terasa lezat ketika ada unsur-unsur terong, santan kelapa, garam, gula, serta bumbu-bumbunya. Kalau masih berdiri sendiri.. apa bisa disebut lodeh terong?? Apa ada rasanya?? Ada.. tapi hambar.

Itu semua adalah sebuah pelajaran yang sangat jelas bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, selalu membutuhkan orang lain, saling berbagi suka dan derita. Ini baru bisa disebut dengan HIDUP. Lihatlah BUKAN EMPAT MATA.. akan terasa enak ditonton ketika ada sentilan-sentilan iseng.. Lihatlah OPERA VAN JAVA, ada Azis gagap yang selalu menjadi kalah-kalahan dan Sule yang cenderung seenak udele. Itulah miniatur hidup yang kita alami setiap hari, selalu ada susah, ada tawa canda dan dengan itu hidup kita terasa indah. Dan.. itu tidak akan pernah berakhir sampai mati.Setelah mati pun ada masalah yaitu kita akan dimintai pertangggung jawaban selama kita hidup.

Bicara soal hidup maka akan muncul istilah beban hidup. Apakah benar itu sebuah beban ataukah itu sebuah HAL yang harus terjadi? Apakah memang beban ataukah sebuah pelajaran untuk bekal hidup dihari-hari mendatang? Kalau itu BEBAN, maka bersiap-siaplah untuk KECEWA dan MENDERITA selama-lamanya karena kita akan terjebak di ranah KECEWA serta PENDERITAAN ini. Kalau mau keluar dari ranah itu, maka “MIND SETTING” ini harus dirubah TOTAL. Rubahlah beban itu menjadi sebuah PELAJARAN HIDUP yang harus dilalui. Sebuah proses perjalanan yang SENGAJA diberikan ALLAH kepada umatnya. Karena ini adalah pelajaran, maka harus dihadapi dan akhirnya harus diuji agar lulus. Saat ini lulus.. maka akan ada pelajaran lagi.. ada ujial lagi dst. Kalau tidak mau pelajaran serta ujian.. ya keluar saja dari orbit hidup ini. Pertanyaannya SIAPKAH kita keluar dari orbit HIDUP? Kalau tidak siap, maka tanyalah kepada Guru Kehidupan? Tanya saja.. tanya dan tanya maka Sang Guru akan memberi jawaban itu.

(Bersambung)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: