Posted by: Tohar | December 26, 2010

Eling lan Waspodo


Ketika kita memohon kepada ALLAH tentang kesabaran maka yang muncul adalah kita mendapatkan umpatan atau marahan dari orang lain ataupun mendapatkan begitu banyak permasalahan dari yang sederhana sampai yang pelik. Apakah ini berarti ALLAH tidak mendengar dan tidak mengabulkan permohonan kita? TIDAK. ALLAH selalu mendengar doa yang kita panjatkan dan ALLAH selalu menjawab doa kita ini tetapi kita yang tidak jeli dalam menyikapinya. Ketika kita memohon kesabaran maka ALLAH memberikan permasalahan agar kita bisa membuktikan ” apakah kita bisa bersabar ataukah malah kita terpancing dalam permasalahan tersebut”. Ketika seorang hamba berdoa memohon kesabaran maka ALLAH tersenyum dan menjawab… aku akan mengabulkan permintaanmu itu dan ALLAH akan mengangkat derajat seorang hamba itu. Nah..maka turunlah begitu banyak ujian yang membuat kita pontang-panting, jatuh bangun. Kadang muncul emosi, marah, kadang tersenyum kadang malah tertawa.. dan malah bersyukur… ooo ternyata ini hanyalah ujian dari-MU Ya ALLAH…..terima kasih ya ALLAH..dengan permasalahan ini saya semakin bisa bersabar.

Ketika kita memohon diberi kesehatan ternyata bukan semakin sehat melainkan begitu banyak penyakit yang diturunkan agar kita semakin bisa menghargai arti sebuah kesehatan. Agar kita semakin bisa menjaga diri, bisa mengatur diri sendiri, mengatur pola makan, pola hidup dsb. Dengan sakit itu maka kita bisa mengambil pelajaran yang berharga agar pelajaran itu bisa disampaikan kepada orang lain. Agar kita semakin sadar bahwa manusia tidak memiliki kekuatan apa-apa, agar kita tidak menjadi manusia yang sombong.

Eling lan Waspodo mengandung pengertian bahwa kita harus selalu jeli, selalu khunudzon dengan semua apa yang kita terima dari ALLAH karena ALLAH tidak pernah mempersulit hamba-hambanya, melainkan manusia sendiri yang tanpa sadar mempersulit diri sendiri dengan melarutkan diri kedalam problematika itu. ALLAH mengarugerahkan atiqoh (akal budi) kepada manusia dengan tujuan agar manusia bisa berpikir dengan jernih, bisa melihat sesuatu dari sudut yang berbeda, bahkan dari sudut pandang yang berbeda pula. Kita harus belajar menyikapi sesuatu dari sisi yang lain, bahkan mencoba berpikir dan bersikap serta memposisikan diri sebagai orang lain, bukan sebagai obyek tetapi bagaimana jika kita sebagai subyek. Maka sudah paslah kenapa wahyu yang \pertama kali turun adalah IQRO.. “bacalah”. Kita disuruh ALLAH untuk membaca baik yang tertulis maupun yang tersirat, yang wujud maupun yang tidak wujud agar kita menjadi manusia yang cerdas, arif dan bijaksana.


Responses

  1. leres kang…kesabaran adalah suatu kondisi, kesehatan juga sebuah kondisi untuk mendapatkan kondisi tersebut maka diperlukan pengkondisian. Masalah adalah suatu pengkondisian.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: