Posted by: Tohar | May 2, 2011

Salah kaprah ZUHUD (lanjutan)


Berspiritual bukankan identik dengan wirid ini dan itu, sekian ratus kali ataupun bahkan ribuan kali. Juga bukan melakukan ritual macem-macem dengan segala pernik-perniknya, melainkan berspiritual adalah bagaimana kita mengarahkan diri kita (jiwa) hanya menuju ke ALLAH. Juga, zuhud bukanlah ditunjukkan dengan tubuh kurus ceking, terlalu banyak puasa dan mata cekung karena terlalu banyak melek (tidak tidur) di waktu malam. Jika islam identik dengan seperti itu maka STOP…islam sudah berhenti, tidak akan berkembang. Yang adalah Islam primitif, hidup menyendiri, tinggal dalam kemiskinan dan keterbelakangan karena sudah terdoktrin “dunia ini hanyalah panggung sandiwara”. Ups….panggung sandiwara, sebuah kata yg menjebak bagi yang tidak mau menelusurinya lebih jauh.

Jika menganggap bahwa anak dan istri itu menghambat datang kepada ALLAH, jangan-jangan kita sendiri yang salah dalam mendidik mereka. Kalaupun lalu lari menjauh dari mereka bukankah kita akan kena pasal “AMANAH” alias lari dari tanggung jawab. Dan ketika di akhirat nanti kita ditanya “Bagaimana tanggung jawab kita kepada keluarga, kita akan jawab apa??.

Jadi stop..hentikan sampai disini saja soal zuhud..sekarang rubahlah pemikiran “menyepi” itu dan lalu alihkan kepada dunia nyata yang ada saat ini sesuai dengan tuntunan ALLAH dan Rosululloh. Jalankan rukun iman dan rukun Islam. Kalau mau lebih sederhana lagi…benahi sholat 5 waktu..benahi saja…yang lebih khusyuk. Dari sholat ini maka akan melahirkan solusi-solusi tentang kehidupan. Tidak usah neko-neko. Yang bisa mendapatkan nikmat itu adalah orang soleh (An-Nissa 69), bukan kyai, bukan paranormal, bukan pinisepuh..melainkan orang yang soleh. Dan orang soleh itu adalah orang yang menjalankan tuntunan ALLAH ini….


Responses

  1. setuju……Ustadz semoga bermanfaat.
    Menyepi kok terus menerus, kapan kita bisa bermanfaat buat orang lain.
    Menyepi yang paling utama adalah menyepi dalam keramaian.
    Jasmani berkumpul dengan sesama manusia sedangkan ruhani menjalin komunikasi dengan Allah.
    Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat buat manusia lainnya.
    Inilah hakikat Zuhud.

  2. Inggih Mas.. berspiritual lak ndak perlu susah susah….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: